You are here: SISTEM PENDIDIKAN DI NEW ZEALAND: SD – SMP

Kiat dan Info Penting Sekolah di Newzealand

Baca dulu secara teliti sebelum berangkat agar tidak menyesal di kemudian hari !

SISTEM PENDIDIKAN DI NEW ZEALAND: SD – SMP

Cetak PDF
Penilaian User: / 10
TerburukTerbaik 

Apa yang berbeda dari sekolah di New Zealand dengan Indonesia? Apakah anak-anak mulai masuk SD sejak umur 6 tahun seperti di Indonesia? Apakah semua anak naik kelas? Berapa jumlah murid di kelas? Apa yang diajarkan? Ini baru beberapa pertanyaan saja yang mungkin ada dibenak calon mahasiswa yang akan kuliah di New Zealand dan akan membawa anak-anak mereka untuk menyertai orangtua yang kuliah.

Pengalaman kami menunjukkan bahwa sekolah di New Zealand sangat menyenangkan bagi anak-anak. Khusus untuk SD dan SMP beban belajarnya tidak berat seperti di SD dan SMP di Indonesia, tetapi mereka tetap mendapat ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Disini SD sampai dengan SMA dibagi menjadi 2 bagian, yaitu yang disebut primary school (year 1 s/d year 8)[1] dan secondary school (year 9 s/d year 13).

Kebanyakan anak masuk primary school usia 5 tahun dan mereka harus sudah sekolah ketika berusia 6 tahun. Tidak seperti di Indonesia dimana SD kelas 1 dimulai pada awal tahun ajaran untuk semua anak, maka disini setiap anak masuk ke primary school begitu mereka berulang tahun umur 5 tahun, kapanpun jatuhnya hari ulang tahun tersebut. Kalau ulang tahunnya jatuh di setengah tahun pertama, anak tersebut masuk kelas 1. Tetapi bila anak tersebut berulang tahun di setengah tahun kedua maka begitu masuk SD dia dimasukkan ke kelas 0.

Sekolah dibagi menjadi 4 terms yang dimulai dari akhir Januari atau awal Februari dan berakhir pada pertengahan Desember setiap tahunnya. Setiap akhir term ada masa libur. Sekolah berlangsung setiap hari Senin-Jum’at pukul 9 pagi sampai 3 siang.

Ada delapan bidang ilmu yang diajarkan di SD yaitu: English, Arts, Health and Physical Education, Learning Languages, Mathematics and Statistics, Science, Social Sciences, dan Technology. Semua pelajaran ini diberikan dalam situasi yang menyenangkan namun merangsang anak untuk berpikir kritis. Dengan suasana kelas yang menyenangkan dan cara mengajar yang child-centred serta rasio murid dalam satu kelas per satu guru sekitar 1:20an, memungkinkan anak untuk mengembangkan potensinya.

Semua anak naik kelas. Namun setiap anak dimasukkan dalam kelompok-kelompok kecil di dalam kelas sesuai dengan kemampuannya. Sehingga setiap anak merasa percaya diri dengan kemampuannya. Hasil evaluasi belajar (rapot) tidak diberikan dalam angka, tetapi dalam bentuk uraian. Setiap sekolah mempunyai program pemberian penghargaan untuk murid-murid yang berprestasi. Ada standard yang berlaku nasional dan cara-cara evaluasi tertentu yang dipakai untuk menilai prestasi murid.

Apakah ada sekolah favorit? Sebenarnya tidak ada sekolah favorit, walaupun sebagian migran menganggap sekolah-sekolah tertentu itu lebih bagus daripada yang lainnya. Ada yang mendasarkan penilaiannya pada decile sekolah. Setiap sekolah memiliki decile yang diberikan oleh pemerintah dan dinilai setiap lima tahun atau bisa lebih cepat bila diminta oleh sekolah yang bersangkutan. Decile rating berkisar dari 1 sampai 10 dan rating ini menunjukkan tingkat sosial ekonomi murid-murid yang belajar di sekolah tersebut dan bukan mutu sekolah. Decile rating 1 menunjukkan bahwa rata-rata murid yang sekolah di sekolah tersebut datang dari tingkat sosial ekonomi rendah. Sedangkan decile rating 10 berarti rata-rata murid yang sekolah di sekolah tersebut datang dari tingkat sosial ekonomi tinggi. Penilaian ini berdasarkan alamat rumah semua siswa di sekolah tersebut dan data sensus. Apakah dengan demikian ada perbedaan dalam fasilitas sekolah atau kualitas guru? Tidak sama sekali. Baik sekolah-sekolah yang memiliki decile rating rendah maupun yang tinggi memiliki fasilitas, kualitas guru dan mutu pengajaran yang sama karena semuanya dimonitor oleh pemerintah[2],[3].

NZ Mutual Business, konsultan pendidikan



[1] Ada primary schools yang terdiri dari kelas 1-6 lalu kemudian diteruskan ke intermediate school untuk kelas 7-8.

[2] Setiap sekolah diperiksa kulaitasnya oleh ERO (Education Review Office) setiap kurang lebih 3 tahun sekali. Hasil ERO untuk setiap sekolah dapat dibaca oleh siapa saja karena dipublikasikan gratis online: http://www.ero.govt.nz/About-ERO/ERO-s-Role-in-New-Zealand. Informasi mengenai statistik sekolah seperti jumlah murid dan guru, komposisi murid dari segi etnis dll juga dapat dibaca di laporan ERO.

[3] Salah satu dari kami (NZMB) pernah melakukan penelitian di sekolah-sekolah dengan decile rating rendah di Auckland (penelitiannya dalam topik membaca) dan dari hasil observasi fasilitas, kualitas guru maupun mutu pengajaran sama dengan sekolah-sekolah dengan decile rating tinggi dimana anak kami kebetulan bersekolah.